Karya Yuswir Arifin, Kantor Bupati Pertama Termegah di Sumatera Barat

392

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Tentu kita tak lupa kata ini: Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan jika seorang pejabat turun tahta, maka hasil hasil pembangunan lah yang ditinggalkan.

Setidaknya, Inilah satu prinsip dasar yang mengilhami langkah Bupati Sijunjung, Sumatera Barat Drs. H. Yuswir Arifin, MM yang saat berhasil menjadi pemimpin Sijunjung di Dasawarsa.

Sosok yang sudah malang melintang menjadi birokrat itu harus diakui telah meninggalkan jejak pembangunan dimana mana.

Salah satu jejak pembangunan yang ditoreh Yuswir adalah pembangunan sarana perkantoran. Yuswir membangun sejumlah kantor pemerintah yang megah dan monumental. Sebut saja kantor DPRD Sijunjung yang berdiri megah di Kandang Baru. Gedung dengan arsitek tigo tungku nan sajarangan itu menjadi salah satu simbul kebanggaan rang Sijunjung.

Bahkan di Muaro Sijunjung Yuswir juga telah membangun kantor bersama. Gedung megah berlantai tiga itu merupakan gedung termegah di Ibukota Kabupaten Sijunjung. Ada lima instansi Pemkab Sijunjung berkantor disana. Gedung bersama itu juga menjadi kebanggaan masyarakat Sjunjung.

Selain megah tentu juga indah untuk dilihat dan dinikmati buat berfoto selfie. Di Muaro Sijunjung juga sudah dibangun gedung perpustakaan dan sejumlah kantor pemerintahan.

Bahkan kini, Yuswir kembali memperlihatkan komitmennya melalui pembangunan Kantor Bupati Sijunjung termegah di Sumatera Barat. Diakhir tahun 2017 silam, Kantor Bupati Sijunjung dirobohkan paksa. Di tempat itu kini kembali dibangun kantor bupati baru yang super megah yang nilainya lebih dari Rp42 miliar. Itu baru bangunannya belum termasuk isi dalam bangunan.

Dalam desainnya, Kantor Bupati Sijunjung itu jika sudah rampung akan menjadi kantor bupati pertama yang paling megah di Sumatera Barat. Kantor Bupati Sijunjung didesain berlantai empat dan kendaraan bisa masuk ke lantai dua.

Mengapa Bupati Asal Nagari Muaro Takung itu lebih memprioritaskan pembangunan kantor pemerintahan di Muaro Sijunjung? Menurut dua, kantor pemerintah merupakan sentra pelayanan masyarakat. Secara filosofi, membangun sentra perkantoran dapat diterjemahkan dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Yuswir ingin membangun rasa bangga berdaerah. “Rakyat Sijunjung harus bangga menjadi warga Sijunjung. Itu penting mengingat rasa bangga berdaerah ini akan mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah,”katanya suatukali.

Dan juga, keindahan bangunan perkantoran itu diharapkan akan menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ke Muaro Sijunjung dan sekitarnya. Dengan begitu ada putaran ekonomi yang akan menambah kekuatan ekonomi daerah.

“Nah, Kita membangun daerah ini harus dilakukan secara simultan. Satu sentuhan dampaknya mesti luas,” kata Bupati yang juga seorang ninik mamak bergelar Datuk Indo Marajo itu. saptarius