Di Hari Jadi Kodam I BB, Wartawan Ikut Salurkan Sembako dari Kodim 0310/SS

107

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Jajaran Kodim 0310/SS, dibawa komando Dandim Letkol Inf Dwi Putranto, SAP MPol dan Kasdim Mayor Inf Herunimus saling bersinergi bersama wartawan yang ada di wilayah hukum teritorial daerah setempat.

Tak percaya? Lihat saja apa yang dilakukan prajurit TNI Kodim 0310/SS bersama beberapa wartawan yang ada di Sijunjung. Misalnya saja sepanjang Selasa (14/5/2019) pagi hingga sore.

Prajurit Kodim 0310/SS saling bersinergi dengan wartawan menyambangi warga kurang mampu untuk menjalin silaturrahmi dan menyalurkan sembako pada warga kurang mampu yang ada di tiga kecamatan dalam Kabupaten Sijunjung di beberapa nagari di daerah itu.

Wartawan dan prajurit TNI Kodim 0310/SS itu saling bahumembahu menyalurkan bantuan menggunakan sepeda motor menempuh jalan yang terjal dan curam dan menikung dan berlobang.

Mereka menyambangi warga kurang mampu, termasuk didalam rombongan tersebut Saptarius Wartawan Madya Redaktur Jurnal Sumbar.Com dan Martius Aciak dari Media Cerdas dan kontibutor salahsatu tive swasta juga ikut dalam rombongan itu.

Mereka datang ke rumah warga kurang mampu menyalurkan bantuan Kodim 0310/SS dalam rangka hari jadi Kodam I Bukit Barisan. “Buk, tolang terima sembako ini. Ini bantuan dari bapak tentara kito dalam rangka hari jadi Kodam I Bukit Barisan,” kata Mertius saat penyerahan bantuan di Padanglaweh, Kecamatan Koto VII.

Hal yang sama juga disampaikan Saptarius, ia juga turut serta menyalurkan bantuan sembako dari Kodim 0310/SS itu. “Terima ya buk, ini bantuan dari Kodim 0310/SS di hari jadinya Kodam I Bukit Barisan,” katanya.

Perjalanan menyambangi warga kurang mampu dengan bakti sosial TNI itu dimulai stard dari Makodim 0310/SS lalu melintasi Nagari Silokek yang dikenal dengan Geoparknya dan lanjut ke Durian Gadang dan mampir di Cagar Budaya Lokomotif Kereta Api peninggalan Jepang.

Disetiap daerah yang dilalui, rombongan itu menyerahkan bantuan yang disandang dengan ransel. Kemudian rombongan juga menuju Manganti terus ke Sumpurkudus dan lanjut ke Sisawah dan Padanglaweh menempuh jembatan berayun serta menjalankan ibadah sholat zuhur di Manganti dan sholat azar di Padanglaweh. Usai di Padanglaweh rombongan menuju Tanjungamlalu juga menyalurkan bantuan pada Panti Asuhan.

Meski capek dan lelah, semua terbalasankan karena telah melalui perjalanan sepanjang 80 kilometer dengan waktu tempuh hampir 7,5 jam. “Kapok kah,” tanya Dandim Dwi Putranto. “Tidak, ini pengalaman,” jawab Martius Acik. saptarius