Jalinsum Tanjung Gadang Sijunjung Mencekam, Warga Dua Nagari “Bacakak”

3221

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kondisi ruas jalan lintas sumatera (Jalinsum) persisnya di simpang Pulasan, Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sejak Sabtu (11/5/2019) malam pukul 22.00 WIB hingga Minggu (12/4/2019) dini hari mencekam.

Puluhan aparat kepolisian berpakain lengkap pun turun ke lokasi melarai “cakak” antar kampung (Tanjung Gadang, Pulasan-red) tersebut. Kerusuhan itu terjadi sepanjang Sabtu (11/5/2019) hingga Minggu (12/5/2019) dinihari.

Walinagari Tanjung Gadang Zukri yang dihubungi awak media via handphone selularnya tak menapik peristiwa tersebut. Bahkan ia mengaku takut keluar rumah melihat kerusuhan antar pemuda di kedua nagari bertetangga itu.

“Indak bisa disabuik do..antah ba apo, ambo di rumah sajo,” ucap Zukri prihatin dengan kerusuhan tersebut.

Informasi yang dihimpun awak media sejumlah anggota Brimob dari Dharmasraya pun diterjunkan ke lokasi untuk melarai agar kejadian itu tak meluas. Bahkan Kapolres Sijunjung AKBP Driharto, SIK langsung terjun ke lokasi.

Sejumlah pemuda dari kedua nagari itu mengalami luka-luka dan beberapa diantaranya dirawat di Puskesmas Tanjung Gadang. Terkait hal itu Kapolres Sijunjung AKBP Driharto, SIK, melalui Kapolsek Tanjung Gadang, Iptu Zamrinaldi,SH pun tak menapiknya.

“Ya, memang ada yang luka-luka dari kedua belah pihak dan berapa jumlahnya belum tahu persis dan siapa saja yang korban,” ucap mantan Satreskrim Polres Sijunjung itu.

“Kini kita sedang melakukan mediasi dengan tokoh masyarakat di kedua nagari. Alhamdallah kisaran sejam lalu kondisi sudah mulai aman,” ucap Zamrinaldi dibali handphone selularnya.

Akibat kerusuhan tersebut membuat Jalinsum di Tanjung Gadang macet total dan tidak dapat dilalui. “Kini situasi sudah mulai nolrmal,”ucap Zamrinaldi menambahkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tersebut diduga buntut dugaan penganiayaan yang dilakukan sekelompok pemuda terhadap warga Nagari Pulasan. Seketika polisi pun memintai keterangan terhadap sembilan pemuda yang diduga pelaku pengniayaan tersebut.

Diduga tak terima 9 pemuda diamankan pihak polisi, ratusan warga Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pun memblokade ruas jalan lintas sumatera (Jalinsum). Tak ayal, kemacetan panjang pun terjadi.

Peristiwa pemblokade-an ruas Jalinsum itu terjadi pada Jumat (10/5/2019). Tak hanya di blokade, warga juga melakukan aksi pembakaran ban bekas di ruas Jalinsum itu. Tak ayal, para pengguna kenderaan baik dari Padang ke Jambi dan sebaliknya, tak bisa melintasi Jalinsum.

“Jalan mulai dari simpang pasar hingga ke Kumayak tadi malam itu macet total dan begitu pula sebaliknya hingga ke Bukiksabalah juga lumpuh total,” ujar beberapa warga pada awak media, Sabtu (11/5/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, peristiwa pemblokade-an Jalinsum itu terjadi kisaran pukul 22.30 WIB Jumat (10/5/2019) malam itu, tepatnya di depan Pasar Tanjung Gadang.

“Telah terjadi pemblokiran jalan Lintas Sumatera oleh masyarakat dengan membakar ban sehingga lalulintas macet. Dengan tuntutan bahwa 9 orang masyarakat Pasar Tanjung Gadang yang diambil keterangan di Polres Sijunjung Agar dilepaskan,”ujar sumber.

Kejadian itu dipicu atas kejadian pada Kamis (9/5/2019) sekitar 23.30 WIB diduga sekelompok pemuda melakukan penangkapan terhadap korban berinitial Ys, 30 thn beralamat di Pulasan Kecamatan Tanjung Gadang. Ketika pebangkapan Ys tengah bersama perempuan salon asal Asam Kamba Kecamatan Tanjung Gadang diatas mobilnya kearah jalan Pulasan.

Entah apa persoalanya, apakah terkait soal tersebut atau yang lain? Seketika korban mengakibatkan luka luka pada hidung dan mukanya. Tak ayal korban pun di bawa ke RSUD Sijunjung di Tanah Badantuang. Tapi, waktu itu juga korban sudah kembali kerumahnya di Pulasan.

Diduga akibat masalah tersebut, lalu 9 pemuda diduga pelaku penganiyaan itu pun dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk dimintai keterangan.

Ke-9 pemuda diduga pelaku yang di amankan Polres Sijunjung itu, DB, 39 thn alamat Pasar Tg Gadang, DO,18 thn alamat Guguk Naneh Tanjung Gadang, BN, 35 thn alamat Guguk Naneh Tanjung Gadang, AC, 19 thn alamat Pasar Tg Gadang, FR, 19 thn alamat Pasar Tanjung Gadang, Af,19 thn alamat Pasar Tanjung Gadang, As, 23 thn Pasar Tanjung Gadang, Iw, 19 thn alamat Pasar Tanjung Gadang dan Sp, 20 thn juga warga Pasar Tanjung Gadang. Akibatnya, kesembilan pelaku diamankan di Polres Sijunjung.

Tak terima ke-9 pemuda diamankan lalu warga pun melancarkan aksinya memblokade Jalinsum termasuk membakar ban. Sehingga Jalinsum pun macet dan lumpuh total.

Tak beberapa lama kemudian pada Jumat (10/5/2019) malam sekitar pukul 23.45 WIB itu pun dilakukan mediasi di Kantor Polsek Tanjung Gadang yang dihadiri, Kapolsek Tanjung Gadang, Iptu Zamri, Plh Dan Ramil 09, Walimagari Tanjung Gadang,Kepala Jorong Pasar Tanjung Gadang, Ninik Mamak Nagari Tanjung Gadang dan Ketua Pemuda

Hasil mediasi didapati kesepakatan bahwa pemblokiran jalan dibuka dengan syarat ke-9 pemuda yang ditahan di Polres Sijunjung dijemput ke polres oleh kapolsek selanjutnya diserahkan kepada ninik mamak.

Walinagari Tanjung Gadang, Zukri kepada awak media pun tak menapiknya. “Tak ada masalah lain dan murni masalah itu (korban-red) dan kini Jalinsum sudah normal lagi,”ucap Zukri pada awak media, Sabtu (11/5/2019).

Kapolsek Tanjung Gadang, Iptu Zamrinaldi,SH yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut sedang tidak berada di Mapolsek. “Ambo ka pulasan jaringan susah, ya..dugaannya masalah itu,”jawabnya singkat via handphone selularnya pada Sabtu (11/5/2019) siang.

Hingga berita ini tayang kondisi Jalinsum sudah kembali normal, meski begitu aparat keamanan hingga Minggu (12/5/2019) dinihari pukul 01.28 WIB masih tetap berjaga-jaga.

“Kini jalan sudah lancar, tapi disekitar lokasi kerusuhan itu masih terlihat aparat berjaga-jaga. Selain itu di Puskesmas Tanjung Gadang juga banyak kerumunan warga,” ujar Harunsyan salah seorang pengendara pada awak media, Minggu (12/5/2019) sekitar pukul 03.20 WIB. saptarius