Mantan Kabag Umum, Afrineldi Dipercaya Jabat Kepala Dinas Parpora Sijunjung

462

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sosok pejabat yang satu ini terbilang pejabat yang merakyat. Mulai dari golongan akar rumput hingga pejabat penting, tak ada yang tak kenal dia. Soal urusan keperluan transportasi tentu orang akan berurusan dengan dia.

Anda penasaran? Dia adalah Afrineldi, SH, mantan Kabag Umum Setdakab Sijunjung itu, terhitung sejak 8 Mei 2019, dipercaya dan dilantik sebagai Kepala Dinas Parpora Sijunjung.

Prosesi pelantiknya dilaksanakan di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung bersamaan dengan pelantikan pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan Pemkab Sijunjung. Secara resmi Afrineldi, SH, di “nobatkan” lantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) oleh Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin disaksikan Sekdakab Zefnihan dan unsur Forkopimda dan pimpinan OPD lainnya.

Prestasinya luar biasa. Ia berhasil menduduki kursi jabatan Kepala Dinas Parpora itu tentu melalui berbagai proses. Sebab, untuk mencapai jabatan tersebut banyak yang telah dilaluinya, termasuk mengikuti test asesmen seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dan hasil penilaian tim seleksi (Timsel). Alhasil, dia terbilang peserta dengan nilai terbaik. Bahkan dalam makalahnya yang berbahasa inggris itu membuat para Timsel terkagum-kagum.

“Pak kabag umum itu sangat wajar menduduki posisi Kadis Parpora. Meski ia tidak menjabat Kadis Parpora, ia sangat peduli terhadap pariwisata dan olahraga di Sijunjung,” ujar sejumlah sumber usai pelantikan ketika itu.

Tak heran jika kemudian Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin pun berucap, bahwa pelantikan dan pengambil sumpah janji jabatan itu sesuai dengan hasil penilaian asesmen Timsel untuk pejabat eselon II.

“Yang jelas, untuk mengisi jabatan eselon II, kita harus komit atas hasil nilai asesmen seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dan Timsel,” kata Bupati Yuswir Arifin.

“Dari tiga nama yang direkomendasi Timsel dan hasil nilai asesmen seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) maka kita pilih nilai yang tertinggi. Tapi, jika nilai tertinggi ada catatan khusus tentu kita juga mempertimbangkan. Namun kalau tidak ada catatan maka tentu akan kita pilih,” terang bupati peraih Leadershif Award itu.

“Tak ada istilah dekat atau tidaknya dengan bupati, tapi bagi mereka yang dinilai layak dan pantas maka dialah menduduki jabatan eselon II,” jelas Yuswir kala itu. adv/saptarius