Judi Dingdong Masuk ke Lingkungan Sekolah di Surantih

536
Judi Dingdong - Ilustrasi [net]
Judi Dingdong - Ilustrasi [net]

JURNAL SUMBAR | PAINAN — Sejumlah masyarakat merasa resah terkaitnya adanya judi dingdong koin yang masuk ke lingkungan sekolah yang ada di Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Mirisnya, masyarakat tidak dapat berbuat banyak karena dikabarkan punya orang bagak dan dilindungi oleh oknum.

“Saya selaku orang tua yang mempunyai anak di lingkungan sekolah tersebut, sangat resah dan khawatir adanya dingdong itu. Karena, katanya uang buat beli buku ternyata digunakan untuk judi. Tidak hanya itu, semenjak adanya judi dingdong ini, telah sering terjadi hilangnya ayam miliki warga, hal itu kemungkinan erat kaitanya dengan judi dingdong itu,” ujarnya salah seoranug orang tua murid di Surantih, yang enggan disebutkan namanya itu, ketika dihubungi via telpon, Minggu (7/5/2017).

Orang tua murid itu menyebutkan, parahanya lagi judi dingdong itu berada di lingkungan sekolah, yang jaraknya hanya disebalik dinding pembatas sekolah saja. Ia juga mengakui, entah kenapa pihak aparat kepolisian tidak bisa melacak keberadaan judi dingdong yang sudah masuk ke lingkungan sekolah tersebut.

“Hampir di seluruh sekolah di Surantih ini ditempatkan judi dingdong itu, mulai dari sekolah dasar, SMP, dan hingga SMA. Saya melihatnya sendiri para pelajar itu bermain judi dingdong dengan uang koin senilai Rp1.000 dan bahkan pada jam pelajaran. Jelas-jelas ini hal yang salah, sudah di berada di lingkungan sekolah, judi pula. Selagi itu nampak oleh saya, langsung saya hentikan para pelajar itu, tapi yang mesin dingdongnya itu tidak bisa berbuat banyak, punya orang bagak,” kata pria itu.

Tidak hanya itu, orang tua wali murid lainnya juga mengatakan, keberadaan judi dingdong itu sudah ada sekira empat bulan ini. Sedari awal masyarakat ingin melaporkan ke pihak kepolisian setempat, karena mengetahui yang punya usaha judi dingdong itu orang bagak, masyarakat setempatpun urung, karena takut mendapat ancaman.

Saat ini masyarakat setempat berharap, agar ada pihak kepolisian turun langsung ke lapangan untuk melihat mirisnya kondisi lingkungan sekolah di Surantih semenjak adanya judi dingdong itu. Masyarakat bahkan mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi itu, dengan alasan khawatir munculnya ancaman.

“Jika bukan polisi yang turun langsung, maka nasib anak-anak di Surantih ini makin parah. Bukan hanya soal judinya, aksi maling nya pun terjadi, seperti maling motor, ayam, dan bahkan uang simpinan di rumah, yang dilakukan oleh anaknya sendiri,” ucap pria yang anaknya duduk di SMP 4 Sutera itu.

Mengingat hal wilayah hukumnya Polres Pesisir Selatan, awak media pun mengkonfirmasi kepada Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Dedi Yuhasdi terkait persoalan tersebut, Kapolres menyatakan akan menindaklanjuti hal tersebut. [Rahul Kampai]