Dihadiri Wabup Arrival Boy, Bakawua Adat di Tabek Sijunjung Semarak

379
Acara bakawuo adat di Tabek Sijunjung dihadiri Wabup Arrival Boy, Senin (23/10). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Alek nagari bakawua adat digelar. Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy pun hadir. Acara bakawua adat yang menyedot perhatian mayarakat itu di gelar di Tabek, Jorong Padangranah, Nagari Sijunjuang, Kecamatan Sijunjung pada Senin (23/10/2017).

Tak hanya masyarakat yang tumpah pada acara alek nagari bakawuo adat itu. Tapi, anggota DPRD Syofian Hendri, para kepala OPD, Camat Sijunjung Khalfian, Forkopimcam, Walinagari Sijunjung, Effendi, SE, niniak mamak, tokoh masyarakat, bundo kanduang dan undangan lain nya juga membaur.

Wabup Arrival Boy dalam sambutannya mengharapkan kepada niniak mamak, tokoh masyarakat dan pemerintahan nagari serta kepada semua masyarakat agar bisa bekerja sama dalam membangun nagari, serta menciptakan Nagari Sijunjung ini menjadi nagari yang indah, damai, nyaman dan tentram.

Bundo kanduang nagari Tabek Sijunjung antusias mengikuti prosesi bakawuo adat. poto: Ist.

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut, Wabup juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa bersama sama memelihara ketentraman nagari. “Terutama sekali untuk memelihara perkampungan adat yang sudah menjadi wisata dunia dan jangan sampai menunggu bantuan sepenuh nya kepada pemerintah untuk pemeliharaan nya,” harap Wabup.

Walinagari Sijunjung, Effendi, menyebutkan, bahwa bakawua itu sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Sijunjung. “Bakawua ini juga diartikan sebagai doa meminta hujan, karena masyarakat berharap turunnya hujan supaya bisa bersama turun kesawah,” sebut Walinagari.

Dijelaskan Efendi, pada acara bakawua adat itu, panitia juga menyelenggarakan kegiatan yang dilaksanakan di Tabek, seperti, lomba malamang, membuat ampiang serta manampi padi. Pesertanya berasal dari utusan jorong-jorong yang usianya paling rendah 17 tahun dan paling tinggi 27 tahun.

Hebatnya lagi, ternyata acara alek nagari, bakawuo adat itu juga melibatkan generasi muda, seperi anak sekolah SMP dan SMA. Merek unjuk kebolehan mengikuti kegiatan membuat berbagai bentuk nasi kuning. Tak hanya itu, lomba pidato adat juga diadakan jelang acara puncak bakawuo adat yang di ikuti generasi muda Nagari Sijunjuang itu. Rilis/Andi Humas