Laporan Polisi Dikaitkan dengan Baznas, Pernyataan Mahesa Dibantah Novermal

198
Gubernur Irwan Prayitno saat melaporkan pihak-pihak yang mencemarkan nama baiknya di Polda Sumbar. Ist.

JURNAL SUMBAR | Padang – Anggota DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa memastikan bahwa laporan gubernur atas tuduhan pencemaran nama baik kepadanya ada kaitannya dengan kasus Baznas dan PT BMP serta PR RB yang menelantarkan jamaah umroh yang sedang ditangani Komisi IV yang dipimpinnya. Namun hal itu dibantah keras oleh Novermal, anggota Kuasa Hukum Gubernur Irwan Prayitno.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa mulai angkat bicara terkait laporan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno ke Mapolda Sumbar atas tuduhan pencemaran nama baik pada Selasa lalu, (2/5).

Ketua DPC PPP Kota Padang yang akrab dipanggil Esa itu dilaporkan gara-gara postingannya di FB terkait pemberitaan harian Haluan versi JPEG dengan judul ” Pengakuan Tersangka SPJ Fiktif, Rp.500 Juta untuk Baliho IP, Belasan Pejabat dan LSM Ikut Menikmati ” pada tanggal 28 April 2018.

Esa mengatakan, laporan gubernur atas tuduhan pencemaran nama baik pasti ada keterkaitannya dengan kasus Baznas dan PT BMP serta PR RB yang menelantarkan jamaah umroh yang sedang ditangani Komisi IV DPRD Kota Padang.

“Masa saya yang hanya meneruskan berita yang jelas sumber dan medianya dilaporkan ke polisi. Apalagi tak hanya saya, banyak orang yang membagikan dengan caption berbeda-beda,” ujarnya kemarin di ruang Fraksi PPP sebelum berangkat dinas luar.

Esa heran, kenapa hanya dia dan redaktur Haluan Bhen Marajo serta Yusafni Ajo yang dilaporkan. Ia menduga ini semua terkait dengan gencarnya dirinya mengungkap kasus Baznas Kota Padang.

Secara pribadi Esa tidak takut terhadap siapapun menghadapi masalah itu karena sudah ditempa oleh orangtuanya dari kecil agar berani mengungkapkan kebenaran.

Tak Ada Kaitannya dengan Baznas

Novermal, anggota Kuasa Hukum Gubernur Irwan Prayitno membantah ada kaitan pelaporan tersebut dengan persoalan Baznas Padang yang sedang dipersoalkan Mahesa. “Tidak ada kaitannya,” ujarnya. “Itu murni ketidaknyamanan Bapak Irwan Prayitno atas postingan di fesbuk Mahesa yang dirasakan telah mencemarkan nama baiknya,” tambahnya.

Ditegaskan Novermal, Gubernur Irwan Prayitno tidak pernah membahas Mahesa yang mempersoalkan tata kelola Baznas Kota Padang. “Kami hanya membahas postingan fesbuk Mahesa yang telah berakibat ketidaknyamanan dan tercemarnya nama baik Bapak Irwan Prayitno,” tegasnya.

Dijelaskan Novermal, Gubernur Irwan Prayitno memastikan tidak ada aliran dana Rp500 juta untuk baliho kampanyenya waktu Pilgub 2015 lalu. “Dan, itu juga sudah dibantah oleh Bapak Syafrizal Ucok sebagai orang yang disebut sebagai utusan Irwan Prayitno oleh terdakwa SPJ Fiktif Yusafni Ajo,” jelasnya. “Makanya pihak terkait kita laporkan ke polisi,” tegasnya. Susi