Diterima Wabup Arrival Boy, 282 Mahasiswa Unand dan UGM KKN di Sijunjung

182

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy, SH didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Drs. Syukri, MM menerima secara resmi 282 orang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gelanggang Olahraga (GOR) Sibinuang Sakti, Muaro Sijunjung, Kamis siang (28/6/2018).

Mahasiswa KKN ini berasal dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat sebabyak 254 orang dan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jokjakarta, sebanyak 28 orang yang akan mengikuti KKN selama 42 hari, dimulai pada tanggal (28/6) hingga (8/8/2018). Nantinya akan disebar pada 11 Nagari dalam 6 kecamatan di Kabupaten Sijunjung.

Wabup Arrival Boy pada saat sambutannya tidak lupa mengucapkan selamat datang kepada Rektor Universitas Andalas dan Rektor Universitas Gadjah Mada serta kepada seluruh mahasiswa peserta KKN yang telah hadir di Sijunjung Ranah Lansek Manih.

“Terima kasih kepada Rektor Universitas Andalas karena setiap tahunnya telah mempercayai Kabupaten Sijunjung untuk menjadi lokasi KKN, serta terima kasih juga kepada Rektor Universitas Gadjah Mada Jogjakarta yang mempercayai Kabupaten Sijunjung untuk pertama Kalinya sebagai lokasi KKN yaitu Nagari Padang Tarok yang merupakan salah satu UPT Transmigrasi di Sumatera Barat,” ujarnya.

“Serta diharapkan selama melaksanakan tugas Tri Darma Perguruan Tinggi di Bidang Pengabdian Masyarakat, semoga nantinya bisa membantu masyarakat dengan berbagai hal yang positif untuk kemajuan Nagari dan Kabupaten Sijunjung pada umumnya”, harap Wabup.

Sementara Kepala DPMN Drs. Syukri, MM pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan KKN ini merupakan suatu kegiatan infrakurikuler yang memadukan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi untuk memberikan bekal kepada mahasiswa berupa pengalaman belajar dan pemberdayaan masyarakat.

“Selain itu KKN merupakan wahana penerapan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi dan Seni yang dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja dan persyaratan tertentu,” tuturnya.

“Oleh karena itu, kegiatan dan pengelolaan tersebut diharapkan dapat menjamin adanya keterkaitan antara Akademik yang Teoritik,” harapnya. Andri