29 Juli, Enam BUMN Gelar Aksi Gerakan Sungai Bersih di Kota Padang

128

JURNAL SUMBAR | Padang – Enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan gelar aksi bersih-bersih pantai dan sungai di Kota Padang. Enam BUMN itu adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, Telkom Indonesia, Pertamina, Angkasa Pura II, dan Pelindo II.

Hal itu dikatakan Komisaris Utama Bank BRI, Andrianof A Chaniago dalam jumpa pers di Star Up Cafe di Jalan S Parman, Padang, Sabtu (21/7).

Dikatakan Adrinof, ini adalah sebuah kegiatan sosial, yaitu Gerakan Sungai Bersih yang melibatkan enam BUMN, para pegiat wisata dan lingkungan, Pemko Padang, Polresta, Kodim, dan beberapa unsur lain di Kota Padang.

Gerakan Sungai Bersih ini rencananya akan dilaksanakan pada Minggu 29 Juli di Sungai Batang Arau, Padang, dengan puncak acaranya di sebuah lapangan di pinggir Sungai Batang Arau. Semua unsur yang terlibat akan melakukan aksi pemungutan sampah di Sungi Batang Arau dengan menggunakan sejumlah perahu motor.

“Sungai adalah aset bersama yang bisa memberi manfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika air sungai dan lingkungan sungai bersih dari sampah, maka masyarakat akan sehat,” katanya.

Selain itu, manfaat lainnya adalah kegiatan-kegiatan ekonomi di sektor pariwisata bisa tumbuh jika kondisi sungai bersih. “Di negara lain sudah lama orang memanfaatkan sungai untuk tempat rekreasi warga dan tempat untuk menjalankan usaha pariwisata. Seperti kuliner, penyewaan perahu, berlayar sambil makan minum, berfoto dan sebagainya,” kata Andrianof.

Lanjut Adrianof, saat ini di Indonesia tingkat pencemaran sungai cukup tinggi, bahkan diperkirakan sungai tercemar itu mencapai angka 70%. Penyebabnya adalah minimnya kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan kurangnya pemahaman atas manfaat sungai yang bersih, sehingga perilaku manusia tersebut menjadi penyumbang terbesar pencemaran sungai dan pantai di Indonesia.

“Kita perhatikan, saat ini hampir semua muara sungai penuh dengan sampah. Kondisi ini telah menghilangkan banyak peluang, mulai dari kesempatan untuk tumbuh sehat bagi anak-anak, perkembangan spesies ikan yang menjadi sumber penghasilan nelayan, usaha wisata bagi warga hingga sumber PAD bagi Pemko,” ungkapnya.

Meski cukup terlambat, pihak terkait hanya memulai memberi perhatian pada masalah sampah dan kebersihan sungai ini. “Sekarang saatnya kita harus memulai mengubah wajah sungai di Kota Padang. Kalau di Surabaya bisa, mengapa kita tidak bisa. Kita lebih beruntung karena sungai kita bagus dan layak untuk wisata sungai,” tambah Andrianof.

Pegiat Wisata Sumbar, Sari Lenggogeni menambahkan, dengan adanya Gerakan Sungai Bersih ini, besar harapan untuk bisa terwujudnya kepedulian serta timbulnya keinginan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membudayakan buang sampah pada tempatnya untuk menjadikan sungai bersih, indah dan nyaman untuk melakukan berbagai aktifitas.

“Dengan lahirnya pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitar sungai, maka hal tersebut juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Munculnya usaha-usaha baru di sekitar daerah sungai yang sudah bersih dan tertata, maka tentunya akan menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga akan memicu pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penghasilan daerah,” ujarnya.

Ketua Panitia Gerakan Sungai Bersih, Syafiawati, menjelaskan bahwa aksi tanggal 29 Juli nanti akan melibatkan masyarakat dari enam kelurahan yang berada di tepin Sungai Batang Arau Padang. Beberapa hari sebelum acara puncak panitia akan melakukan prakegiatan bersama tokoh-tokoh masyatakat dan pemuka agama.

“Pra kegiatan ini akan melibatkan unsur-unsur aparat seperti dari Kecamatan, Kelurahan, Koramil, dan Polsek,” kata Bundo Wati. (mel)