Bupati Hendrajoni Marah Besar Lihat Proyek Rumah Nelayan Dikerjakan Asal Jadi

85

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni marah besar kepada kontraktor saat meninjau pengerjaan rumah khusus bantuan nelayan di Kampung Sungai Pampan, Nagari Koto Nan Tigo, Kecamatan Batangkapas, Senin, 23 Juli 2018.

Bupati Hendrajoni meradang setelah melihat langsung fakta di lapangan, dimana hasil pengerjaan proyek rumah khusus yang dilakukan kontraktor asalan. Secara spontan, Bupati Hendrajoni memanggil pengawas lapangan kontraktor terkait hasil ditemukannya di lokasi.

“Spesifikasi bangunan memang sama dengan apa yang dilaporkan masyarakat. Masa ada pondasinya dipasang saja tanpa ada penggalian sama sekali,” geram Bupati Hendrajoni

Dari kondisi pengerjaan kontraktor, Bupati mendapati 34 unit rumah yang sedang dalam proses pengerjaan. Melihat kondisi tersebut, Bupati menyampaikan kecewaannya terhadap kontraktor.

“Seharusnya kontraktor sudah dapat kerjaan, harus kerja dengan benar. Jangan hanya mikir untung, tapi buntung akhirnya,” jelasnya.

Selain mendapati hasil pengerjaan bangunan tidak sesuai dalam gambar perencanaan atau desain, Bupati juga mendapati sebanyak 20 orang pekerja dari kontraktor belum menerima gaji.

“Ini sangat kita sayangkan. Seharusnya mereka bisa bekerja dengan baik. Sebab, kalau tidak ini bisa bermasalah jika dilanjutkan juga,” terangnya.

Reaksi bupati ini, membuat pengawas lapangan kontraktor tidak berkutik. Meski, berkali-kali Bupati menanyakan alasan dari kontraktor.

“Hasil ini sudah kita sampaikan pada Sakter Penyedian Perumahan Provinsi. Kita minta, hasil pengerjaan dievaluasi dan kalau bisa dibangun ulang kembali,” terangnya.

Sementara itu, Kaur Rumah Khusus (Rusus), Satker Penyedia Perumahan Sumbar, Dasrial menyebutkan, apa yang ditemukan dilapangan akan ditindaklanjuti. Dan hasil dilapangan tersebut akan segera dievaluasi hasil ke pejabat Satker Penyedia Perumahan Sumbar.

“Apa yang dikatakan Bupati akan kita laksanakan. Kita akan evaluasi hasilnya nanti. Jika, memang harus dibongkar, ya dibongkar,” erangnya. (Rega Desfinal)