Sukseskan TMMD 2019, DPMD Sumbar Gelontorkan Bantuan

109

JURNAL SUMBAR | Mentawai – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat diwakili Kepala Bidang Kerjasama Pengembangan Kawasan Perdesaan, Vera Irawati, ST, MM menyerahkan masing-masing 10 buah kitab suci Al,Qur’an, tiga mukenah, tiga buah bola kaki, dan tiga buah bola takraw kepada Komando Distrik Militer 0319 Mentawai di Tua Pejat, Senin 25 Februari 2019.

Vera Irawati mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DPMD dalam mendukung dan menyukseskan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 104 Tahun 2019.

Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Seksi Teritorial (KasiTer) Kapten Inf. Syahrial yang didampingi oleh Danramil Sikabaluan Kapten. Inf. Hendynuddin serta Serka HAS. Purba.

Vera yang didampingi oleh Kadi Perencanaan Pembangunan Kawasan Pedesaan itu menambahkan, bantuan tersebut merupakan tahap pertama, sedangkan bantuan untuk tahap kedua akan diberikan berupa mesin potong rumput, genset, sajadah, baju kaos dan topi, serta bahan bangunan untuk membangun infrastruktur.

TMMD di tahun ini dilaksanakan di dua daerah yaitu di Padang Pariaman dan Kepulauan Mentawai yang pembukaannya dilaksanakan serentak Selasa 26 Februari 2019 direncanakan akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Bapak Nasrul Abit,” demikian Vera menutup penjelasannya.

Kasi Teritorial Kapten Inf. Syahrial mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui DPMD Sumbar atas partisipasi dan dukungan material ini, karena bantuan ini sangat diperlukan oleh masyarakat, terutama sekali bahan bangunan yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti sarana jalan dan jembatan serta bedah rumah masyarakat.

Kapten Inf. Syahrial menambahkan, yang menjadi sasaran pembangunan TMMD adalah Desa Bukit Panewa, Desa Goso Oinan dan Desa Tua Pejat. Dipilihnya Desa ini karena masih belum ada sarana jalan dan jembatan di Desa ini, sehingga masyarakat sulit keluar untuk memasarkan hasil pertanian mereka seperi ubi kayu, pisang dan serai wangi, serta cengkeh, mereka juga sulit untuk mendapatkan kebutuhan pokoknya.

“Disamping itu, masih ada rumah penduduk yang tidak layak huni, untuk itu perlu dibedah atau direhabilitasi sehingga rumah itu betul-betul layak sebagai tempat tinggal,” demikian Kapten Syahrial menjelaskan

TMMD tidak hanya melaksanakan pembangunan fisik saja tetapi juga melakukan beberapa penyuluhan seperti penyuluhan tentang Narkoba, kesehatan, tertib lalu lintas dan kamtibmas.

“Kita berharap semoga dengan adanya Manunggalnya Tentara dengan rakyat ini dapat terjalin integritas dan sinergitas antara Tentara dengan rakyat dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga tentara betul-betul semakin dekat dengan rakyat dan tentara juga berada di hati rakyat, pembangunan terbantu dan terpadu rakyatpun semakin sejahtera,” harapnya. (by. Akral)